Dan seterusnya dan seterusnya, banyak moment dan kejadian yang Allah
hadirkan untuk kita bisa membuktikan kesungguhan dan komitmen terhadap
suatu kebaikan. Ibaratnya, sebelum orang lain merasakan “beratnya”
kebaikan, Allah ingin agar engkau merasakan dahulu pengalaman itu.
Sampai kebaikan kebaikan itu bisa menjadi akhlakmu yang kokoh. Maka jika
engkau lulus, bukan berarti juga pelajaran pelajaran lain tidak akan
berdatangan kembali, ia akan terus hadir mengisi kehidupanmu, hingga
kehidupan ini telah berpindah ke bumi (kuburan).
Suatu kali, seorang ulama diminta berkhutbah membahas tentang keutamaan
membebaskan budak. Permintaan pertama kedua, dan berikutnya tidak mau
dipenuhi oleh ulama tersebut, sampai pada suatu saat ulama tersebut baru
meng iya kan untuk berkhutbah dengan tema membebaskan budak. Ketika
ditanya alasannya , kenapa baru kali beliau meng-iya-kan dan tidak dari
kemarin kemarin, ulama tersebut menjawab bahwa “saya blum pernah
membebaskan budak, maka saya Tanya untuk berbicara tentang keutamaan
membebaskan budak. Hingga saya berpikir untuk bisa menabung agar bisa
membebaskan budak. Dan saat ini saya telah berhasil membebaskan seorang
budak, maka saya berani untuk menyampaikan tema tersebut.
Secara fitrah, memang kita akan merasa berat, bahkan boleh jadi lidah
menjadi kelu, saat harus menyampaikan tentang sesuatu yang kita sendiri
belum mengamalkannya. Ada beban psykologis yang menggelayut. Memang ada
tema yang harus kita sampaikan meski kita belum pernah merasakan dan
mengamalkannya, yakni tema tentang “kematian”. Dengan ujian ujian
tersebut di atas, sesungguhnya Allah menginginkan agar kita banyak
latihan, sehingga nilai suatu konsep yang kita dakwahnya, benar benar
telah menginternal di dalam diri ini. Makin banyak latihan, makin
mengokohkan dan menghunjamkan konsep kebaikan di dalam diri. Maka
bersyukurlah seseoang yang senantiasa mengajak orang lain untuk mengajak
kebaikan, karena itu berarti akan banyak latihan yang Allah berikan
kepadanya, sehingga makin mahir mengoperasikan diri untuk hidup dalam
kebaikan.
Wallahu a’lam.
0 komentar:
Posting Komentar