Derita , Bahagiaku
Guritan luka di badanMu,
Juga rintihan fitnah tentang diriMu,
Kemudian... Entahlah.
Kau sibakkan semua itu dengan iman,
CahayaMu pancarkan kebenaran,
Kesetanan itu kau ringkus dengan
ketauhidan.
Bukan tanpa derita,
Tapi ramuan pesakitan,
Lengkap menusuk hingga nadi suci
itu.
Ya...Nabi ! Ya...Nabi ! Ya... Nabi
!,
Namamu melengking hingga ujung
lautan,
Bukti kecil kami tentang kerinduan, penderitaan, yang berubah menjadi kecintaan dan kebahagiaan.
Bagikan Artikel ini

0 komentar:
Posting Komentar