Izinkan Aku Menjadi Murabbi
Aku
sadar aku tidak pernah meminta
Juga
hampir tidak pernah mengharapkannya
Alasan
klasik, tentang ilmu lagi iman yang belum sempurna
Cukup
nyaman menjadi mutarabbi, entah
sampai berapa lama
Aku
mengakui jauh dari layak bicara begini
Tentang
sebuah amanah berat menjadi murabbi
Entah
siap atau tidaknya hati ini
Entah
sampai kapan Allah meridoi
Mengikuti
dan menyebarkan Islam nan damai lagi mulia
Dari
pembawaan Rasulullah dengan akhlak luar biasa
Perjuangan
hebat menyebarkan Islam tak peduli luka
Apa
dayaku, masih bergelut dengan dosa
Terima
kasih kepada pengingatnya
Dari
Sang Murabbi tercinta
Tak
pernah berhenti mendidik kami semua dengan setia
Dengan
senyum lagi bahagia, meski kami nakalnya luar biasa
Aku,
satu di antara mutarabbi-mu
Yang
hidupnya masih tak menentu
Niat
dan iman yang masih sedangkal palung, jauh dari langit biru
Mencoba
memantapkan hati mengikuti jejakmu
Aku,
satu di antara mutarabbi-mu
Yang
paling sukar termotivasi, kalbu
Izinkan
aku menjadi murabbi, melangkah maju
Bersama
jalan dakwah, bersama mereka lagi kamu
Maafkan
kelancanganku yang tertulis pada puisi
Izinkan
aku menjadi murabbi, bukan untuk
tenar apalagi dipuji
Izinkan
aku menjadi murabbi, meski hanya
dengan satu mutarabbi
Karena
bersamanya aku semakin belajar untuk memperbaiki diri
Achmad Aditya Avery
Tangerang, 18 Desember
2017

0 komentar:
Posting Komentar