17 Malam setelah
Lahirmu
Hijab dipermainkan
Saudaraku
terbantaikan
Darah mangalir
ulah zionis peradaban
Dunia ini sudah
gila, Tauladan
Agamaku dimusuh
ditikan “mereka”
Tanggal 17
kemarin,
17 malam setelah
lahirmu
Nalar diluruskan
angin siang
Di layar kaca,
terekam nyata,
Umatmu menggema
senandungkan cita
Bukan
ledakan,namun getaran yang beraturan
Di atas aspal
teduh,
Samping monumen
syahdu
Ukhuwah mengalir
pada tiap-tiap nafas
Menjelma takbir
yang tulus melepas
Aku ingin
ceritakan ini padamu,Nabi
Tentang nadi yang
diperjuangkan puluhan ribu nafas dalam sehari
Kau pasti tahu
ini,Ya Rasul
Kini,berjuta haru
mengepul
Tentram jiwa
mengumpul
Masha Allah
Jakarta, 25
Desember 2017

0 komentar:
Posting Komentar