Selawat Pengakuan
manakala
dijunjung lebih tinggi
namamu dari
pucuk gunung
di rimba
dadaku tumbuh
jelmaan
harimau meraung-raung
aku tahu
engkau pasti
penuhi
panggilan jiwa nan dahaga
laksana
helai-helai hujan
menyantuni
para hewan melata
segala
bentuk kepedulian
terkandung
dalam kidung tangisan
seraya
menghitung butir noda
yang tak
kuasa dijumlahkan
arus air
matamu ternyata
masih dan
selalu tulus mengalir
membasuh
kekarat tubuh
hingga suci
sungguh di alam akhir
sedang aku
acapkali berjalan
membelakangi
jejak-jejakmu
mencari
kepuasan duniawi
menurut
tunjuk arah hawa nafsu
Sumenep 15 Desember 2017
Bagikan Artikel ini

0 komentar:
Posting Komentar