Balada Si Penumpuk Harta
Bila harta telah
bertahta, merajai
ruang benak manusia
Maka tiada lagi
tersisa, fakta
dunia yang fana
Binasa engkau duhai yang menuhankan harta!
Yang diperbudak
dunia, terjerat tipu daya
Hingga kikir mengukir dalam relung dada
Sampai tiba saat lahat mendekapnya erat
Hanya sehelai kafan yang dibawanya pulang
Kelak terjengkang
ia dalam neraka Hutamah
Yakni api Tuhan yang nanar dinyalakan
Liar menyambar, membakar hingga ke ulu hati
Di lehernya bergelayutan ular jantan
Ganas berbisa lagi bertaring dua
Mematuk kedua
tulang rahangnya
Seraya berkata
kepada tuannya,
“Akulah hartamu,
akulah simpananmu!”
Bagikan Artikel ini

0 komentar:
Posting Komentar