Aku Al-fatihah
yang senantiasa
Jadi penghubung dari lantunan suci
Pada rangkayan hijaiyah di kitab azali
Akupun Al-alaq
yang menuntun Rasul
Dari pembuka semua wahyu
Aku pula Al-baqarah
Yang menyimpan sejuta cerita
Dari seluruh rangkayan hidup mayapada
Aku juga An-nas yang senantiasa
Memahat rindu Abu Bakar
Acap kali ia angkat takbir menghadap-Nya
Aku tak kalah dengan Yasin
Yang menjamu semua pertemuan dengan
indahnya
Sebab aku pula senang memahat indah meski
dalam tidur
Namun sadar
Akulah hamba yang senantiasa
Memahat risalah dari sekian dusta
Menyimpan ingin untuk mereka
Tanpa aku sadar nurani yang terseduh
Menelanjangi diri
Agar mata tandang memandang diri
Talango 24 Desember 2017
*congkak;
sombong; bangga
Di
Musim ini
Di tengah genangan gemericik air
Di bawah teriakan anak-anak hujan
Petir menyambar sampai kemimbar
Mulut bergetar hati pun gusar
Tak sanggup matahari tandang
Awan hitam melingkar
Di bawah atmosfer
Badai membajak sawahnya
Izrail hadiahkan kematian

0 komentar:
Posting Komentar