Dunia Kita dalam Lipatan Sajadah
Telah kulihat meskipun kabur duniaku dan
duniamu terlihat di sajadah; biru dan gigil
Telah kudengar meskipun samar kerinduan
mengeja lantunan tasbih yang paling puisi
Lalu biar pudarlah ragu tentang wajahmu
yang selalu kukalungkan dalam doaku
Segelintir harapku bisa menatap fajar
terbit dari bola matamu
Namun apa peduliku, sajadahku lebih panjang
dari keheningan malam
Disitu kutemukan batasan antara laut dan
pantai; duniaku dan duniamu
Maha Cinta
Gemilang harapku bertumpah menyebut-Mu
Tiap detik jejakku berpagar tanya
Kemanakah muara cinta segala cinta
Selalu kutasbihkan di pangkuan senja
Pemilik Cinta,Allah
Kulukiskan hati ribuan bulan
Ini rasaku mengembara di puncak angin
bergemurih
Dan hanya Engkau yang tahu
Meski buta mataku,bukan hatiku
Rentang usia kian merangkak
Baru kutemukan asma-Mu yang amat
menenangkan Ya Rahman
Jalanku masih belum sempurna
Sebab itulah pada-Mu kusandarkan tindu
Redup fajar tak mau merekah
Hening pun berpencar membentur langit-langit
Melambangkan cinta duniawi sekedar saja
Engkaulah satu,Maha Cinta

0 komentar:
Posting Komentar