Don't miss

Rabu, 13 Januari 2021

HIJRAH DI ATAS JAHILIYAH, Oleh: Kiang Santan


By on Rabu, Januari 13, 2021

 



HIJRAH DI ATAS JAHILIYAH

Ketika teringat akan tumpukan dosa-dosa yang menyelimuti dinginnya hati yang sarat akan tatanan kesalahan duniawi di relung dimensi hati sukma insani

Ketika teringat betapa beragamnya tabungan amalan keburukan dan kemunafikan yang telah tersimpan abadi yang banyaknya kian hari kian menjadi

Disaat itu lemahnya hati dalam kuasa tirani duniawi terasa ingin merintih, karena kemurniannya telah mampu dirampas, dikalahkan oleh sejuta nafsu peradaban zaman yang mengkhianati nurani hati

Menerjang hati yang lemah bagaikan badai emily yang tanpa adanya basa-basi lalu dengan sengaja menggoreskan tinta yang melukiskan dosa-dosa di dinding nuansa zaman yang sarat akan tatanan peradaban

 

Otak dan pikiran yang kini bagai telah dicuci oleh beragam kenikmatan duniawi

Hasrat dan keinginan yang dihiasi hawa nafsu birahi, laksana telah mengakar di sendi-sendi peradaban modernisasi dan panasnya persaingan globalisasi

Seakan membuat nalar insani menjadi terlena dan terbuai oleh kemanisan zaman yang manisnya bagaikan buah-buahan surga duniawi

Gerak-gerik zaman yang semakin liar dan tak mengenal arah hingga melewati batas khatulistiwa, semakin menambah peluang para penunggu semesta sesat dan salah arah dalam melewati lika-liku shirat dunia

 

Hijrah diatas jahilah

Mencoba menapakan kaki di bumi dengan sebuah kepastian, mengibaskan sayap ke angkasa dengan sejuta angan, melarikan diri dari kejahiliyahan tatanan zaman

Mencoba memperbaiki jati diri yang telah terkontaminasi oleh manipulasi kehidupan yang bertopengkan kemegahan dan kemewahan semesta alam

Berusaha kembali kepada fitrah, membersihkan diri dari kotornya jiwa dan tumpukan dosa yang selama ini kian melekat abadi di sudut hati dan seluruh raga

 

Beranjak hijrah menuju shirat kebenaran bukan shirat kepalsuan

 Memperbaiki diri dari bergesernya onderdil-onderdil kerusakan hati yang dangkal, pikiran kotor yang sarat akan tatanan kemunafikan serta keegoisan insani yang kian merasuki sendi-sendi peradaban

Kembali mengingat Allah tuhan yang Esa dengan segala kerendahan hati yang diiringi taubatan nasuha yang sungguh-sungguh diniatkan dari ketulusan hati untuk memperoleh pengampunan dan ridho sang ilahi

Allah selalu menanti permohonan taubat dari para umatnya dan selalu membukakan pintu pengampunan atas semua tumpukan bukit dosa dan beranekaragam bentuk kesalahan dari para penghuni zaman

 

Ingatlah akan usia kita yang kian hari semakin menua, semakin berkurang seiring bertambahnya detik-detik perjalanan waktu dalam dimensi kehidupan

Ingatlah akan kehidupan yang hakiki yang suatu saat nanti akan kita temui di akhir zaman setela melewati kehidupan yang fana ini

Selagi nafas masih dapat dihembuskan, nadi masih dapat berdenyut normal, manfaatkanlah sisa usia yang kita miliki untuk hijrah kembali ke jalan kebenaran yang diridhoi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, tuhan semesta alam

Ingatlah kepada kehidupan dunia yang hanya sementara, jangan terlena dan jangan terbuai akan kenikmatan fana alam semesta


Bagikan Artikel ini


.

0 komentar:

Posting Komentar