HIJRAH DI ATAS JAHILIYAH
Ketika
teringat akan tumpukan dosa-dosa yang menyelimuti dinginnya hati yang sarat
akan tatanan kesalahan duniawi di relung dimensi hati sukma insani
Ketika
teringat betapa beragamnya tabungan amalan keburukan dan kemunafikan yang telah
tersimpan abadi yang banyaknya kian hari kian menjadi
Disaat
itu lemahnya hati dalam kuasa tirani duniawi terasa ingin merintih, karena
kemurniannya telah mampu dirampas, dikalahkan oleh sejuta nafsu peradaban zaman
yang mengkhianati nurani hati
Menerjang
hati yang lemah bagaikan badai emily yang tanpa adanya basa-basi lalu dengan
sengaja menggoreskan tinta yang melukiskan dosa-dosa di dinding nuansa zaman
yang sarat akan tatanan peradaban
Otak
dan pikiran yang kini bagai telah dicuci oleh beragam kenikmatan duniawi
Hasrat
dan keinginan yang dihiasi hawa nafsu birahi, laksana telah mengakar di
sendi-sendi peradaban modernisasi dan panasnya persaingan globalisasi
Seakan
membuat nalar insani menjadi terlena dan terbuai oleh kemanisan zaman yang
manisnya bagaikan buah-buahan surga duniawi
Gerak-gerik
zaman yang semakin liar dan tak mengenal arah hingga melewati batas
khatulistiwa, semakin menambah peluang para penunggu semesta sesat dan salah
arah dalam melewati lika-liku shirat dunia
Hijrah
diatas jahilah
Mencoba
menapakan kaki di bumi dengan sebuah kepastian, mengibaskan sayap ke angkasa
dengan sejuta angan, melarikan diri dari kejahiliyahan tatanan zaman
Mencoba
memperbaiki jati diri yang telah terkontaminasi oleh manipulasi kehidupan yang
bertopengkan kemegahan dan kemewahan semesta alam
Berusaha
kembali kepada fitrah, membersihkan diri dari kotornya jiwa dan tumpukan dosa
yang selama ini kian melekat abadi di sudut hati dan seluruh raga
Beranjak
hijrah menuju shirat kebenaran bukan shirat kepalsuan
Memperbaiki diri dari bergesernya
onderdil-onderdil kerusakan hati yang dangkal, pikiran kotor yang sarat akan
tatanan kemunafikan serta keegoisan insani yang kian merasuki sendi-sendi
peradaban
Kembali
mengingat Allah tuhan yang Esa dengan segala kerendahan hati yang diiringi
taubatan nasuha yang sungguh-sungguh diniatkan dari ketulusan hati untuk
memperoleh pengampunan dan ridho sang ilahi
Allah
selalu menanti permohonan taubat dari para umatnya dan selalu membukakan pintu
pengampunan atas semua tumpukan bukit dosa dan beranekaragam bentuk kesalahan
dari para penghuni zaman
Ingatlah
akan usia kita yang kian hari semakin menua, semakin berkurang seiring
bertambahnya detik-detik perjalanan waktu dalam dimensi kehidupan
Ingatlah
akan kehidupan yang hakiki yang suatu saat nanti akan kita temui di akhir zaman
setela melewati kehidupan yang fana ini
Selagi
nafas masih dapat dihembuskan, nadi masih dapat berdenyut normal, manfaatkanlah
sisa usia yang kita miliki untuk hijrah kembali ke jalan kebenaran yang
diridhoi Allah Subhanahu Wa Ta’ala, tuhan semesta alam
Ingatlah
kepada kehidupan dunia yang hanya sementara, jangan terlena dan jangan terbuai
akan kenikmatan fana alam semesta

0 komentar:
Posting Komentar