Ibarat patah, rasanya menjadi lebur
Dalam satu tarikan nafas, ribuan syaraf menerima impuls nyaIbarat lunglai, rasanya tiada upaya
Dalam satu hembusan nafas, pintu langit terbuka mendengar asa
Pada satu teriakan tangisan tanda kehidupan, tiba keluar dari tempat yang rahim
Terbit lega hingga lupa sekejap lalu, ada nyawa di ujung tanduk
Kita wanita-wanita kuat.
Tak perduli derai airmata selalu dianggap lemah
Karena sejatinya airmata hanya akan bermuara pada hati yang penuh kasih
Hati yang penuh cinta
Kita wanita-wanita kuat
Yang pada tapaknya saja ada surga
Yang pada pintanya, arasy akan terbuka
Yang pada amarahnya jua ada murka sang Pencipta
Kita wanita-wanita kuat
Ratusan hari membawa kehidupan dalam kasihnya
Tak terhitung malam dalam resah tak berkesudahan
Tak terbilang mata yang tak kunjung terpejam, kaki yang berat melangkah, nafas yang memburu sesak dan kejutan yang indah lainnya
Oh, hanya wanita-wanita kuat yang punya
Baktinya tidak ada balas
Sebesar gunung pun engkau bawa
Seluas samudera engkau tadah
Seujungnya pun tak akan mencukupi
Duhai, kau wanita kuatku, cintaku terpaut padamu
Cintamu terpaut pada tengadah ke Ilahi Rabbi
Kita wanita-wanita kuat
Yang pada tapaknya saja ada surga
Yang pada pintanya, arasy akan terbuka
Yang pada amarahnya jua ada murka sang Pencipta
Kita wanita-wanita kuat
Ratusan hari membawa kehidupan dalam kasihnya
Tak terhitung malam dalam resah tak berkesudahan
Tak terbilang mata yang tak kunjung terpejam, kaki yang berat melangkah, nafas yang memburu sesak dan kejutan yang indah lainnya
Oh, hanya wanita-wanita kuat yang punya
Baktinya tidak ada balas
Sebesar gunung pun engkau bawa
Seluas samudera engkau tadah
Seujungnya pun tak akan mencukupi
Duhai, kau wanita kuatku, cintaku terpaut padamu
Cintamu terpaut pada tengadah ke Ilahi Rabbi
Bagikan Artikel ini

0 komentar:
Posting Komentar